Transfer paper memiliki dua jenis :
- Untuk light fabric (kaos terang/putih)
- Untuk dark fabric (kaos gelap/hitam)
Tinta:
1. Original ink (epson durabrite ‘s the best) –> disarankan.
2. Kalo pake infus, gunakan tinta pigmen –> tidak apa-apa lah
3. Laserjet –> bagus juga tapi sayang toner nya mahal.
**Jangan gunakan tinta infus yg dye ink –> cepat luntur hanya warna saja yg lebih bright.
Proses:
A. Utk paper kaos putih:
- Design
- Print terbalik (mirror) pada kertas transfer.
- Letakan kertas yg di print menghadap kaos.
- Press dgn mesin heatpress (100-150 drajat, 5-10 detik) atau menggunakan strika gosok perlahan dan merata.
- Lepaskan (kupas) lapisan penutupnya setelah dingin.
B. Utk paper kaos hitam:
- Design
- Print (jangan di mirror)
- Letakan di atas kaos (bagian terprint menghadap ke atas).
- Tutup (lindungi) kertas transfer dengan kertas khusus (seperti kertas minyak) — beli selalu ada kertas ini di dalamnya–
- Press dengan mesin heatpress (100-150 drajat, 5-10 detik) lepaskan kertas pelindung tadi setelah dingin.
Keuntungan pakai sistem ini:
1. Kerjaan mudah. Proses cepat.
2. Gambar full color as far as printer bisa ngeprint.
3. Dapat di atas kaos cotton, Polyester, polycotton, silk, kanvas, dsb.
Kerugian:
- Diperlukan perawatan khusus untuk kaos yang dicetak dengan transfer paper (cuci tidak di kucek/sikat, tidak menggunakan bleach, tidak boleh rendam terlalu lama, jgn gunakan pengering dryer machine, sebaiknya diangin2kan saja, setrika tidak langsung kena transfer paper, jangan dipakai tidur).
- Jika menggunakan tinta infus dye ink cepat luntur.
- Seapik apapun dalam merawat kaos, transfer paper akan rusak, pecah, atau terkelupas setelah beberapakali cuci (10-20X cuci jika durawat dengan baik).
Target market:
Jenis digital transfer ini sebaiknya (efektif) digunakan untuk even-even tertentu yang memerlukan penanganan cepat (seperti kampanye, acara tv, panitia acara live music, just for fun dsb). Bukan untuk konsumen yang menginginkan kaos untuk dipakai selamanya.
sumber : kaskus.us
